Rupiah Menguat ke Rp 17.866 usai Pasar Merespons Positif Status Emerging Markets RI oleh MSCI

JAKARTA (jakartamail.id)– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.882 pada Kamis, 13 Agustus 2026. Posisi rupiah itu melemah 6 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.876 pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 14 Agustus 2026 hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.866 per dolar AS. Posisi itu menguat 11 poin atau 0,06 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.877 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pengumuman MSCI yang memutuskan mempertahankan pasar modal Indonesia di level emerging market, membantu menahan terjadinya pelemahan rupiah hari ini.

Menurutnya, hal Ini merupakan perkembangan yang cukup direspons positif oleh pelaku pasar.

“Ditambah lagi sentimen positif atas penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia juga masih ada,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat, 14 Agustus 2026.

Sebagai informasi, rupiah ditutup stagnan karena secara eksternal, ketegangan Amerika Serikat (AS) dengan Iran masih terus berlangsung sampai saat ini.

AS masih mengklaim pegang kendali Selat Hormuz. Sebaliknya, Iran mengklaim kendali Selat Hormuz dipegang penuh secara bersama-sama antara Iran dengan Oman.

Faktor lainnya, inflasi AS semakin melandai pada Juli 2026 dan mendukung rupiah. Karena hal ini memperbesar peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan pada September mendatang.

Bahkan apabila harga minyak dunia terus menurun, bukan tidak mungkin jika The Fed berpeluang menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin bulan depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *