JAKARTA (jakartamail.id) – IHSG dibuka menguat 17 poin atau 0,28 persen di level 6.210 pada pembukaan perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal uji resistance dan dibayangi koreksi pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi naik untuk tes resistance di 6.200-6.250 seiring FTSE pertahankan secondary emerging status Indonesia. Jika gagal break di 6.250, IHSG potensi koreksi kembali,” kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 7 Oktober 2026.

Indeks Jepang, Nikkei 225 naik 1,05 persen dan Topix menguat 0,92 persen. Saham-saham teknologi Jepang beragam dengan Advantest naik 3,9 persen dan Fujikura melonjak 5,2 persen. Sementara SoftBank Group kehilangan 3,1 persen.
Indeks Korea Selatan Kospi turun 0,89 persen, sedangkan Kosdaq melonjak 3 persen. Saham produsen chip Samsung Electronics turun 1,45 persen, SK Hynix juga melemah 3,69 persen. Sementara, LG Energy Solution naik 5,12 persen, Hyundai Motor dan Kia Corp masing-masing naik 0,43 persen dan turun 0,27 persen.
Saham POSCO Holdings naik 2,25 persen, dan saham Samsung BioLogics turun 3,25 persen. Sementara, Hang Seng Hong Kong naik 1 persen, Taiex Taiwan menguat 0,22 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 0,57 persen.
Selain itu, STI Singapura naik 0,66 persen dan KLCI Malaysia menguat 0,10 persen. Di sisi lain, investor menantikan risalah rapat The Fed periode bulan September yang akan dirilis pada Rabu, 7 Oktober 2026 waktu AS.
“Support IHSG berada di level 6.070-6.150 sementara resist IHSG di rentang 6.200-6.250,” ujarnya.
Sebagai informasi, Wall Street kembali mencetak rekor pada Selasa kemarin. S&P 500 dan Nasdaq ditutup di level tertinggi sepanjang masa, setelah meredanya tekanan dari harga minyak dan yield US Treasury kembali mencermati prospek kinerja perusahaan.
Indeks S&P 500 naik 0,58 persen, Nasdaq Composite menguat 0,45 persen, dan Dow Jones Industrial Average juga naik 0,49 persen. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga minyak relatif stabil dan yield US Treasury turun.
Di sisi lain, data perdagangan AS menunjukkan defisit perdagangan melebar 13,7 persen, karena impor mencapai rekor tertinggi. Impor barang modal juga meningkat 4,4 persen pada bulan Agustus, mencerminkan kuatnya permintaan domestik sekaligus belanja terkait infrastruktur AI.






