SAMARINDA (jakartamail.id) – Kementerian Kehutanan melalui SMK Kehutanan Negeri Samarinda terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kehutanan.
Tidak hanya fokus pada kompetensi teknis lapangan, lembaga pendidikan vokasi ini kini membekali para peserta didiknya dengan keterampilan komunikasi (soft skills) sebagai modal penting menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Stadium General Public Speaking bertema “Berani Bicara, Percaya Diri di Setiap Kesempatan” yang berlangsung di Aula Wanagraha SMK Kehutanan Negeri Samarinda, Sabtu (25/7).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Youth Young Speaker Samarinda yang memberikan pembekalan mendalam mengenai teknik berbicara di depan umum, pengelolaan rasa percaya diri, serta strategi menyampaikan gagasan secara efektif dan persuasif.
Kepala SMK Kehutanan Negeri Samarinda, Mukhamad Ari Hidayanto, menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi kini menjadi salah satu pilar kompetensi utama yang wajib dimiliki oleh lulusan pendidikan vokasi kehutanan.
Menurutnya, seorang rimbawan masa kini tidak hanya dituntut ahli dalam teknis pengelolaan hutan, tetapi juga harus mampu mengedukasi masyarakat dan membangun kolaborasi lintas sektor.
”Lulusan SMK Kehutanan harus mampu menjadi komunikator yang baik. Mereka nantinya akan berinteraksi dengan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan hutan. Karena itu, kemampuan public speaking menjadi bekal yang sangat penting untuk melengkapi kompetensi teknis yang mereka miliki,” ujar Ari Hidayanto.
Dalam sesi pelatihan yang berlangsung interaktif tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi esensial, antara lain:
Teknik dasar public speaking dan intonasi suara.
Strategi penyusunan pesan yang efektif dan terstruktur.
Metode pengelolaan rasa gugup (nervousness) serta pemanfaatan bahasa tubuh (body language).
Praktik langsung berbicara di depan audiens untuk mengasah mental.
Program penguatan keterampilan nonteknis ini sejalan dengan komitmen besar Kementerian Kehutanan dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang modern dan adaptif.
Upaya ini dilakukan demi membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dan berkarakter, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang kian dinamis.
Sebelumnya, SMK Kehutanan Negeri Samarinda juga telah ditetapkan sebagai sekolah percontohan nasional dalam integrasi Saka Wanabakti ke dalam sistem pembelajaran formal.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari penguatan karakter, kepemimpinan, dan kompetensi generasi muda.
Melalui sinergi materi teknis dan kemampuan komunikasi ini, Kementerian Kehutanan berharap dapat melahirkan generasi muda kehutanan yang mampu menjadi komunikator inspiratif.
Dengan begitu, mereka dapat menggerakkan dan mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan Indonesia secara berkelanjutan.





