Cari Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas, Bos OJK: Kalau Minat, Daftar ke Pansel

JAKARTA (jakartamail.id) – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi alias Kiki mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan anggota dewan komisioner (DK) baru, untuk mengisi posisi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan sehubungan dengan rencana peluncuran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis pada 1 Januari 2027.

Bacaan Lainnya

“Ada (Kepala Eksekutif), bakal ada Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang baru,” kata Kiki di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

“Kalau minat pada daftar, tapi itu daftarnya ke panitia seleksi (pansel),” ujarnya.

Kiki menjelaskan, OJK juga akan segera membentuk panitia seleksi (pansel), guna mengawal proses pemilihan Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis tersebut.

Menurutnya, penunjukan kepala eksekutif perlu segera dilakukan, mengingat semakin dekatnya waktu operasional dari Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang direncanakan efektif pada 1 Januari 2027 mendatang.

“InsyaAllah nanti 1 Januari 2027, bursanya (bursa mineral) sudah harus beroperasi. Jadi mestinya tidak dalam waktu yang lama, hopefully, pansel segera terbentuk, untuk bisa segera terpilih kepala eksekutif,” kata Kiki.

Dia menjelaskan, masih banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum Bursa Mineral dan Komoditas Strategis resmi beroperasi. Antara lain mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penyusunan regulasi yang mencakup Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

“Karena banyak yang harus disiapkan, terutama infrastruktur, kemudian aturan, paling tidak POJK-nya juga sudah harus ada,” ujarnya.

Diketahui, pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis merupakan salah satu amanat dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Kiki mengatakan, mandat baru dalam UU P2SK tidak hanya mencakup pembentukan bursa mineral, tetapi juga bursa komoditas strategis beserta ekosistem pendukungnya yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perdagangan mineral dan komoditas strategis, didukung kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Kehadiran bursa tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha maupun investor di pasar domestik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *