JAKARTA (jakartamail.id) – IHSG dibuka menguat 9 poin atau 0,16 persen di level 6.277 pada pembukaan perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal break resistance pada perdagangan hari ini.
“IHSG akan mencoba untuk break resistance kuat di 6.300. Jika gagal, IHSG bisa kembali koreksi cukup dalam,” kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Bursa Asia kembali tertekan usai harga minyak kembali menguat pada Selasa kemarin, setelah negosiasi antara AS dan Iran terkait kesepakatan damai serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kondisi tersebut turut membuat pergerakan saham Asia cenderung terbatas, karena investor masih mencermati ketidakpastian inflasi global.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump pada Senin kemarin telah merespons persyaratan Iran untuk mencapai kesepakatan damai dengan tuntutannya sendiri. Trump meminta Iran membayar kompensasi atas orang-orang yang tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes.
Sementara bursa saham Korea Selatan kembali menguat, karena saham produsen chip Samsung Electronics melonjak lebih dari 4 persen. Indeks KOSPI naik 0,73 persen, dan KOSDAQ menguat 0,39 persen.
Sedangkan di Australia, indeks ASX 200 bertambah 0,19 persen. Di sisi lain, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 4,35 persen.
“Support IHSG berada di level 6.100-6.200 sementara resist IHSG di rentang 6.300-6.350,” ujarnya.
Sebagai informasi, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin, setelah optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran kembali meredup.
Indeks S&P 500 turun 0,32 persen, Nasdaq melemah 0,60 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,34 persen.






