IHSG Menghijau Berpotensi Rebound di Tengah Lesunya Bursa Asia dan Wall Street

IHSG

JAKARTA (jakartamail.id) – IHSG dibuka menguat 7 poin atau 0,13 persen di level 6.039 pada pembukaan perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

Bacaan Lainnya

“IHSG berpotensi tes support kuat di 6.000, dan jika kuat di level tersebut berpotensi kembali rebound,” kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 9 Oktober 2026.

[Ilustrasi] IHSG
Bursa Asia tertekan pada perdagangan Kamis kemarin, seiring meningkatnya tekanan di pasar obligasi global. Kekhawatiran investor menguat setelah sejumlah perusahaan teknologi besar, dikabarkan tengah mencari pendanaan dalam jumlah besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI.

Bursa Asia-Pasifik di luar Jepang MSCI turun 1,2 persen. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,4 persen, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2,6 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,4 persen, Taiex Taiwan melemah 1 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 0,8 persen.

Broadcom disebut tengah mencari pendanaan sekitar US$50 miliar. Sementara SpaceX dilaporkan berencana menerbitkan utang investment grade senilai US$30 miliar dan memperoleh pinjaman US$10 miliar untuk membeli chip Nvidia.

Samsung Electronics memperkirakan laba operasional kuartal III-2026 melonjak 783 persen menjadi KRW107,4 triliun. Namun, saham Samsung tetap turun 1,2 persen, menunjukkan bahwa ekspektasi pertumbuhan laba belum mampu sepenuhnya mengimbangi kekhawatiran investor terhadap kenaikan biaya pendanaan dan risiko utang di pasar global.

“Support IHSG berada di level 5.950-6.000 sementara resist IHSG di rentang 6.070-6.120,” ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street melemah pada perdagangan Kamis kemarin, dengan indeks Nasdaq mencatat penurunan signifikan. Lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga, sementara saham semikonduktor tertekan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,10 persen, S&P 500 turun 0,47 persen, dan Nasdaq Composite melemah 1,25 persen.

Harga minyak melonjak setelah serangkaian serangan terhadap kapal di Selat Hormuz, serta penurunan produksi minyak AS akibat aktivitas badai memicu kekhawatiran pasokan global. Minyak Brent naik 4,1 persen, sedangkan WTI menguat 3,6 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *