JAKARTA (jakartamail.id) – Kuwait Petroleum Corporation melaporkan bahwa sebuah fasilitas minyak utama di Kuwait mengalami kerusakan, akibat diserang bertubi-tubi oleh Iran pada Sabtu pagi, 18 Juli 2026.
Serangan yang mengakibatkan sejumlah orang terluka dan dirawat di rumah sakit itu, telah menyebabkan fasilitas tersebut mengalami kerusakan yang signifikan.
Sebelumnya pada hari yang sama, personel Jenderal Angkatan Darat Kuwait mengatakan bahwa pasukan pertahanan udara terus menghalau serangan gabungan rudal dan drone.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan, pasukan Iran berhasil menyerang terminal bahan bakar di pelabuhan Al Ahmadi di Kuwait, yang memasok bahan bakar ke armada AS.
Sejak 8 Juli 2026, pasukan militer AS meluncurkan sejumlah rangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim, serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran kemudian menyerang balik ke pangkalan udara milik AS di beberapa negara di Timur Tengah.
Pada 9 Juli 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak berlaku lagi.




