IHSG Dibuka Menguat Dibayangi Koreksi Seiring Anjloknya Bursa Asia dan Wall Street

JAKARTA (jakartamail.id) – IHSG dibuka menguat 41 poin atau 0,67 persen di level 6.273 pada pembukaan perdagangan Selasa, 21 Juli 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Bacaan Lainnya

“IHSG masih rentan koreksi, sepanjang gagal break resistance di 6.300,” kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 21 Juli 2026.

Bursa Asia turun pada perdagangan Senin kemarin, setelah meningkatnya konflik Teluk mendorong harga minyak mentah menembus US$90/bbl dan kembali menimbulkan kekhawatiran inflasi.

Pada saat yang sama, investor menantikan laporan keuangan emiten-emiten teknologi besar yang akan menjadi pendorong rally saham berbasis AI.

Harga penutupan minyak mentah Brent US$89,22/bbl, sedangkan minyak mentah WTI US$83,23/bbl. Kenaikan terjadi setelah militer AS melancarkan serangan ke Iran untuk hari kesembilan berturut-turut. Sebagai balasan, Iran kembali menyerang sejumlah target di kawasan. Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz juga semakin terganggu.

Pada Minggu, hanya sedikit kapal yang berhasil melintasi jalur tersebut, sementara sebuah kapal dilaporkan terbakar. Bursa Jepang tutup karena libur nasional, Sementara pasar saham China menguat 1,5 persen dan Hang Seng Hong Kong melesat 2,36 persen.

Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 4,5 persen dan Kosdaq menurun 5,3 persen. Lalu indeks ASX 200 Australia berkurang 0,06 persen.

“Support IHSG berada di level 6.100-6.200 sementara resist IHSG di rentang 6.300-6.320,” ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kompak ditutup turun pada perdagangan Senin kemarin. Kenaikan harga minyak di tengah memanasnya konflik militer Iran-AS, membebani sentimen investor meski saham-saham semikonduktor mulai rebound.

Indeks S&P 500 turun 0,19 persen, Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,05 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,59 persen. Pelemahan Dow Jones disebabkan anjloknya saham Apple lebih dari 2 persen, yang menjadi salah satu pemberat utama indeks.

Sentimen pasar sempat membaik pada sesi perdagangan pagi setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan jalur diplomasi masih terbuka. Menurutnya, sejumlah negara perantara masih aktif bertukar pesan dengan Teheran, sehingga peluang negosiasi dengan Washington tetap ada.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *