JAKARTA (jakartamail.id) – IHSG dibuka menguat 18 poin atau 0,30 persen di level 6.338 pada pembukaan perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpeluang untuk melanjutkan kenaikan hari ini,” kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Selasa kemarin, mengikuti rally Wall Street pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga minyak bertahan di dekat level terendah dalam beberapa pekan, di tengah belum adanya perkembangan berarti dalam konflik AS dan Iran.
Indeks Jepang, Nikkei 225 naik 0,32 persen, dan Topix menguat 0,04 persen. Sementara indeks Korea Selatan, KOSPI melesat 1,62 persen dan KOSDAQ melonjak 5,9 persen.
Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 0,6 persen dan Taiex Taiwan melemah 0,6 persen. Di sisi lain, ASX 200 Australia bertambah 1,4 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,4 persen.
“Support IHSG berada di level 6.220-6.260 sementara resist IHSG di rentang 6.360-6.400,” ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kompak ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa kemarin. Bahkan, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high), didukung laporan keuangan emiten yang solid serta anjloknya harga minyak.
Indeks Dow Jones melonjak 1,71 persen, S&P 500 melesat 1,79 persen, dan Nasdaq Composite meningkat 2,59 persen. Penguatan Wall Street disebabkan oleh optimisme pasar terhadap musim laporan keuangan yang kuat.
Sentimen juga datang dari pelemahan harga minyak setelah muncul harapan penyelesaian diplomatik konflik Iran. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan, Washington sedang berdialog dengan Iran dan terdapat peluang tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali selat Hormuz.
Harapan tersebut mendorong harga minyak WTI turun 5,69 persen menjadi US$75,77/bbl, sementara harga minyak Brent melemah 5,26 persen menjadi US$ 79,36/bbl.





