Saham Emiten-emiten Sawit Melonjak di Tengah Isu Karhutla, Simak Fakta Sebenarnya

Saham Emiten-emiten Sawit Melonjak di Tengah Isu Karhutla, Simak Fakta Sebenarnya

JAKARTA (jakartamail.id) Sejumlah saham dari emiten-emiten perusahaan sawit disebut-sebut mengalami kenaikan, seiring dengan maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Pantauan VIVA di laman IDX, pergerakan sejumlah saham emiten sawit memang terpantau menghijau hingga sesi I perdagangan bursa hari ini, Senin, 24 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Beberapa di antaranya seperti saham Astra Agro Lestari (AALI) yang menguat 75 poin atau 0,95 persen di level 7.975, lalu saham Jhonlin Agro Raya (JARR) yang menguat 80 poin atau 2,61 persen di level 3.150, serta saham Dharma Satya Nusantara (DSNG) yang menguat 25 poin atau 1,74 persen ke level 1.465.

Saat dikonfirmasi, pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan soal maraknya dugaan di publik soal keterkaitan antara kejadian karhutla dengan lonjakan saham-saham emiten CPO tersebut.

Dia menjelaskan, lonjakan saham emiten-emiten sawit itu disebabkan adanya kenaikan pada harga Crude Palm Oil (CPO), yang didasari oleh adanya dua faktor.

“Yang pertama, bahwa sebagian CPO itu kan dijadikan sebagai campuran biodiesel kan,” kata Ibrahim saat dihubungi Viva, Senin, 24 Agustus 2026.

Dia mengatakan, hal itu karena hampir 50 persen produksi biodiesel pemerintah di dalam negeri, berasal dari perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Kemudian faktor kedua yang menyebabkan kenaikan harga CPO yang turut mendongkrak saham emiten-emiten sawit itu, adalah karena adanya fenomena El Nino yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut.

“El Nino itu kekeringan yang cukup tajam, yang bukan saja terjadi di Indonesia, tapi hampir di semua negara terjadi El Nino, panas yang tinggi membuat terjadinya kebakaran,” kata Ibrahim.

“Nah, pada saat terjadinya El Nino atau kekeringan ini, ini membuat kelapa sawit ini berkurang untuk produksinya. Sehingga kekurangan produksi inilah yang mengangkat harga minyak CPO sehingga mengalami kenaikan,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *