JAKARTA (jakarta mail.id) – IHSG dibuka melemah 9 poin atau 0,16 persen di level 6.364 pada pembukaan perdagangan Kamis, 24 September 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal terkoreksi pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi terkoreksi lagi untuk tes support di area 6.320-6.340 hari ini,” kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 24 September 2026.
Bursa Asia bervariasi dengan mayoritas melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,01 persen, Shanghai Composite turun 0,39 persen, sedangkan Taiex Taiwan menguat 0,75 persen.
Kospi Korea Selatan naik 0,90 persen, ASX 200 Australia bertambah 0,09 persen. Sementara, FTSE Straits Times turun 0,24 persen dan FTSE Malay KLCI melemah 0,42 persen. Di sisi lain, pasar saham Jepang masih libur pada Rabu kemarin, untuk memperingati Hari Ekuinoks Musim Gugur.
Penurunan pasar China dan Hong Kong terjadi karena investor mengurangi ekspektasi terhadap rencana pertemuan antara Presiden AS dan China, serta meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Eropa.
Di sisi lain, inflasi utama harga konsumen Singapura naik 2,2 persen pada bulan Agustus 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, atau melampaui konsensus sebesar 2,1 persen.
Sementara di domestik, BI memutuskan untuk menahan suku bunga (BI-Rate) di level 5,75 persen pada RDG BI September 2026. Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen.
“Support IHSG berada di level 6.320-6.340 sementara resist IHSG di rentang 6.420-6.440,” ujarnya.
Sebagai informasi, Wall Street ditutup melemah tertekan oleh saham Alphabet dan Amazon, karena yield obligasi pemerintah naik dan presiden Iran mengatakan Teheran tidak akan pernah menyerah pada tekanan AS.
Pada Rabu kemarin, indeks S&P 500 ditutup turun 0,75 persen, Nasdaq Composite anjlok 1,13 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,68 persen.
Sementara harga minyak naik hampir 4 persen dan indeks sektor energi S&P 500 menguat setelah pidato Presiden Iran Masoud Pezeshkian di PBB, sehari setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa ia dapat “menghancurkan” Iran.






