IHSG Menghijau Meksi Dibayangi Koreksi Serupa Bursa Asia, Wall Street Bergerak Variatif

[Ilustrasi] IHSG

JAKARTA (jakartamail.id) – IHSG dibuka menguat 20 poin atau 0,32 persen di level 6.318 pada pembukaan perdagangan Jumat, 25 September 2026.

 

Bacaan Lainnya

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini.

 

“IHSG berpotensi lanjut koreksi jika gagal break kembali di atas 6.300,” kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 25 September 2026.

Ilustrasi IHSG

Bursa Asia turun pada perdagangan Kamis kemarin, sementara hanya indeks Nikkei 225 yang menguat 0,76 persen pasca libur 3 hari. Indeks PMI Manufaktur Jepang turun menjadi 54,1 pada bulan September, dari 54,9 pada bulan Agustus atau di atas 50,0 yang mengindikasikan ekspansi aktivitas.

 

Sedangkan, indeks Hang Seng melemah 0,29 persen, Taiex Taiwan turun 0,28 persen, Shanghai Composite anjlok 1,22 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 0,72 persen.

 

Selain itu, FTSE Straits Times melemah 0,46 persen dan FTSE Malay KLCI turun 0,25 persen. Di sisi lain, KOSPI Korea Selatan sedang libur merayakan periode Chuseok (Hari Raya Panen).

 

Di sisi lain, investor masih mencermati pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan tersebut diperkirakan belum menghasilkan terobosan besar. Namun, Washington dan Beijing berpeluang memperpanjang gencatan dagang yang telah berlangsung selama 11 bulan.

 

Di ranah domestik, berdasarkan BPS, nilai impor Indonesia pada periode Januari-Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar, tumbuh 19,94 persen secara year-on-year (yoy). Sementara, nilai ekspor tumbuh 4,43 persen (yoy) menjadi US$167,03 miliar.

 

“Support IHSG berada di level 6.220-6.280 sementara resist IHSG di rentang 6.300-6.330,” ujarnya.

 

Sebagai informasi, Wall Street ditutup beragam dengan saham Microsoft turun dan Meta Platforms naik, karena ketidakpastian tentang Timur Tengah menaikkan harga minyak dan yield obligasi pemerintah.

 

Indeks S&P 500 dan Nasdaq pulih setelah Reuters melaporkan bahwa negosiator AS dan Iran sedang menjajaki jalur bertahap, untuk mengakhiri perang yang akan melibatkan Teheran membuka kembali Selat Hormuz dan Washington mencabut blokade ekonomi terhadap Iran.

 

Pada Kamis kemarin, indeks S&P 500 ditutup turun 0,02 persen, Nasdaq Composite naik tipis 0,01 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,31 persen. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3 persen menjadi sekitar US$ 107/bbl, setelah serangan rudal Houthi terhadap Arab Saudi menghidupkan kembali kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *