Airlangga: Penerapan CBAM Bikin Produk Hijau RI Bisa Dapat Harga Premium di Eropa

Airlangga
Airlangga, Antara Business Forum 2026

JAKARTA (jakartamail.id) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, penerapan Mekanisme Penyesuaian Batas Karbon atau Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa (UE), akan membuat penggunaan energi hijau semakin menentukan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Dia mengatakan, produk yang menggunakan green energy atau energi hijau akan mendapatkan harga premium (premium price) ke depan.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya, produk yang masih berbasis energi non-hijau berpotensi dihargai lebih rendah.

“Dampaknya adalah untuk produk-produk itu membutuhkan green energy. Jadi ke depan kalau green energy itu akan mendapatkan premium price, sedangkan kalau yang berbasis non-green itu harganya bisa lebih rendah,” kata Airlangga di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Pernyataan itu menyoroti keterkaitan antara penggunaan energi bersih dan daya saing harga produk di pasar global.

Dalam acara Bisnis Indonesia Group: Downstream Insight 2026, Airlangga juga menekankan bahwa pengembangan hilirisasi perlu memastikan sumber energi yang digunakan industri semakin berasal dari energi hijau untuk memenuhi tuntutan pasar global.

“Jadi hilirisasi bukan hanya mineral, tetapi komoditas-komoditas sumber daya yang renewable juga,” ujarnya.

Menurut Airlangga, tekanan perdagangan berbasis lingkungan kini menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi Indonesia. Selain CBAM, Uni Eropa juga menerapkan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang berkaitan dengan komoditas berbasis perkebunan dan kehutanan.

Dia mengatakan, implementasi EUDR kembali mengalami penundaan hingga tahun depan akibat tekanan internasional. Namun, pada saat yang sama, Uni Eropa mendorong penerapan CBAM terhadap industri dengan emisi karbon relatif tinggi.

“Komoditas-komoditas mineral masih punya tantangan terkait dengan pasokan bahan baku dan ketersediaan energi dan berikutnya para pembeli berharap bahwa ini asalnya adalah dari energi hijau,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *