JAKARTA (jakartamail.id) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.890 pada Kamis, 8 Oktober 2026. Posisi rupiah itu melemah 10 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.880 pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 9 Oktober 2026 hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.899 per dolar AS. Posisi itu menguat 16 poin atau 0,09 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.915 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada September tercatat sebesar 118,1, melemah dibandingkan data Agustus yang sebesar 118,5. IKK di atas 100 menandakan konsumen optimistis memandang perekonomian saat ini hingga 6 bulan mendatang.
Faktor yang membuat IKK terpeleset adalah Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) berada di 107, atau lebih rendah dibandingkan IKE Agustus yang sebesar 109,4. Artinya, konsumen memandang prospek perekonomian saat ini lebih suram dibandingkan saat memandang bulan sebelumnya.
Namun Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat naik dari 127,6 pada Agustus menjadi 128,7 pada September. Ini berarti konsumen melihat prospek ekonomi hingga 6 bulan ke depan lebih cerah.
Selain itu, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi APBN per Agustus 2026 tercatat mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi pendapatan negara tercatat baru 65,2 persen dari total target APBN yang sebesar Rp 3.153 triliun, sementara realisasi belanja negara tercatat Rp 2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari target belanja yang mencapai Rp 3.842 triliun.
Angka tersebut menurut para ekonom harus dibaca bersama dengan pos penerimaan yang masih berpotensi berubah, terutama restitusi. Kalau hanya melihat persentase realisasi, posisi APBN bisa terlihat lebih longgar daripada kondisi sebenarnya.
Kualitas penerimaan di balik angka tersebut harus dilperhatikan dengan restitusi pajak yang belum dibayarkan, dan berpotensi membuat penerimaan bersih untuk sementara terlihat lebih tinggi. Meskipun, negara sebenarnya memiliki kewajiban pengembalian kepada wajib pajak.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.910—Rp 17.950,” ujarnya.
Sebagai informasi, konflik yang terus berlanjut antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman, juga membuat pasar waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan lebih lanjut. Terutama setelah kelompok tersebut menyerang kilang minyak di Riyadh awal pekan ini.
Meski demikian, pasokan dari Timur Tengah terpantau meningkat pada bulan September 2026, dengan arus melalui Selat Hormuz sempat melampaui tingkat sebelum perang.






