JAKARTA (jakartamail.id) – IHSG terus menguat hingga 259 poin atau 4,32 persen di level 6.267, pada sesi kedua perdagangan Senin, 15 Juni 2026, sekitar pukul 14.50 WIB.
Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajnawi mengatakan, penguatan IHSG dipicu oleh membaiknya risk sentiment (sentimen risiko) investor, seiring dilakukannya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Sebelumnya, HSG ditutup menguat 302,08 poin atau 5,03 persen ke posisi 6.309, pada perdagangan sesi I di hari Senin, 15 Juni 2026.
“Dan alasannya kembali ke itu, risk sentimen-nya membaik karena dari sisi global geopolitik ada berita positif” kata Arjun saat dihubungi, Senin, 15 Juni 2026.
Dia menjelaskan, semua bursa saham global mengalami penguatan signifikan, yang mana investor merespon positif kesepakatan damai antara AS dengan Iran. “Dari global ada sentimen positif melalui pengumuman gencatan dan pembukaan Selat Hormuz, pasar Asia semua rally,” ujarnya.
Arjun menjelaskan, investor mulai mengalokasikan dananya ke aset berisiko (risk asset)s eperti pasar saham, termasuk di emerging market seperti Indonesia.
“Alasannya pasar naik itu gara-gara ini (AS-Iran), jadi jelas investor masuk ke saham karena saham naik hari ini,” ujarnya.
Sebagai informasi, Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif mengatakan, kesepakatan Amerika Serikat (AS) dengan Iran telah tercapai, dan Pakistan mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian damai, diikuti oleh pembicaraan tingkat teknis setelahnya.
Penandatanganan kesepakatan damai tersebut, direncanakan secara resmi dilakukan pada 19 Juni 2026 di Swiss.
Adapun, kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, pelepasan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang dibekukan, serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama proses negosiasi final berlangsung
Dari dalam negeri, investor menantikan Global Market Accessibility Review dari MSCI dan rebalancing indeks FTSE pada Jumat, 19 Juni 2026, serta RDG Bank Indonesia pada Kamis, 18 Juni 2026 yang diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.
Data penutupan perdagangan sesi I pada Senin, 15 Juni 2026, mencatat frekuensi perdagangan saham sebanyak 1.928.752 kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,25 miliar lembar saham senilai Rp 17,20 triliun. Sebanyak 660 saham naik, 86 saham menurun, dan 70 tidak bergerak nilainya.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang turun naik sebesar 9,67 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 5,73 persen dan 5,67 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MGNA, BUKK, ATAP, DATA dan JSPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMFG, FLMC, VICI, PUDP, dan SRAJ.
Sementara itu, bursa saham regional Asia, antara lain indeks Nikkei menguat 5,15 persen ke 69.423,00, indeks Shanghai menguat 0,98 persen ke 4.070,92, indeks Hang Seng menguat 0,58 persen ke 24.860,00, dan indeks Strait Times menguat 1,03 persen ke 5.077,34.





