JAKARTA (jakartamail.id) – IHSG dibuka menguat 111 poin atau 1,85 persen di level 6.118, pada pembukaan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Saham-saham perusahaan pelat merah alias BUMN, terpantau memimpin penguatan IHSG tersebut.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria mengatakan, tren positif yang ditunjukkan oleh IHSG dan saham-saham BUMN ini merupakan refleksi dari transformasi menyeluruh yang membuahkan hasil positif.
Dia menegaskan, perusahaan-perusahaan pelat merah kini sedang berada pada performa puncaknya.
“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya,” kata Dony dalam keterangannya, Senin, 15 Juni 2026.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.10 WIB mencatat, IHSG melompat lebih dari 3,5 persen ke level 6.221. Motor utama penggerak bursa pagi ini berasal dari jajaran saham perbankan BUMN (Himbara).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan raihan 210 poin (5 persen) ke level Rp 4.410 per saham. Menyusul, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 210 poin (5,9 persen) ke angka Rp 3.770 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melesat 120 poin (4,21 persen) ke posisi Rp 2.970 per saham.
Selain dominasi Himbara, saham BUMN dari sektor pertambangan dan telekomunikasi turut membukukan rapor hijau. PT Timah Tbk (TINS) menguat tajam 260 poin (7,88 persen), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 220 poin (7,72 persen) ke level Rp 3.070, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 80 poin (2,80 persen).
Menurut Dony, meskipun pergerakan pasar dalam jangka pendek kerap diwarnai dinamika dan sentimen sesaat, investor pada akhirnya akan tetap rasional dalam melihat realitas kinerja BUMN yang kini jauh lebih sehat, efisien, dan menguntungkan.
“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan negara kita sedang mencatatkan pencapaian di posisi yang paling optimal,” ujarnya.
Dony menambahkan, rekam jejak positif di berbagai sektor strategis ini merupakan momentum penting. Posisi terbaik BUMN saat ini menjadi landasan kuat untuk terus mengakselerasi penciptaan nilai (value creation), sekaligus memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi para investor.
“Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan,” kata Dony.
“Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan,” ujarnya.





