Dukung Swasembada Pangan, Kementerian PU Rampungkan 33 Ruas Jalan Daerah Aceh

JAKARTA (jakartamail.id) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh secara resmi telah merampungkan penanganan Ruas Lawe Kinga – Simpang Seberang di Kabupaten Aceh Tenggara sepanjang 4,8 kilometer.

Proyek ini merupakan bagian dari implementasi Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Bacaan Lainnya

​Dampak positif dari selesainya pembangunan Inpres Jalan Daerah (IJD) ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Yasin, seorang warga Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala, mengungkapkan bahwa akses jalan yang dulunya rusak dan sulit dilalui kini menjadi jauh lebih nyaman dan aman untuk mobilitas harian, terutama dalam mendistribusikan hasil pertanian.

​“Kami dari Desa Lawe Serke mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian PU karena adanya proyek IJD ini kami bisa nyaman untuk pergi berladang mengambil hasil panen kami. Dan semoga ke depannya proyek IJD yang akan datang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia,” ujar Yasin.

​Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pengerjaan jalan daerah di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini wajib mempertimbangkan faktor geometrik secara ketat.

Standar baru ini diterapkan agar setiap jalan yang dibangun dapat dilewati oleh dua kendaraan roda empat secara berpapasan dengan aman.

​Menurut Dody, peningkatan kualitas infrastruktur ini dirancang untuk memotong rantai pasok logistik secara signifikan.

​”Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir serta menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan. Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan,” kata Menteri Dody.

​Berdasarkan data rekapitulasi teknis Kementerian PU, program IJD di Provinsi Aceh total menjangkau 33 ruas jalan yang tersebar merata di 19 kabupaten/kota. Secara keseluruhan, total panjang jalan daerah yang berhasil ditingkatkan mutunya mencapai 118,73 kilometer.

​Seluruh paket pekerjaan difokuskan pada kegiatan preservasi berupa peningkatan struktur jalan dengan spesifikasi teknis yang kokoh. Konstruksi fisik melibatkan pemasangan Pondasi Atas/Bawah (LPA 20 cm dan LPB 15 cm) serta dilapisi aspal beton berkualitas tinggi (Asphalt Concrete – Wearing Course / AC-WC) setebal 6 cm untuk menjamin daya tahan jalan dalam jangka panjang.

​Peningkatan konektivitas ini menyentuh berbagai wilayah strategis di Aceh, mulai dari kawasan kepulauan, pesisir, hingga pegunungan tengah:

  • Kawasan Kepulauan (Kabupaten Simeulue): Preservasi Jalan Blang Seubel – Badegong sepanjang 2 km (1 ruas) yang menjadi urat nadi distribusi hasil bumi di Pulau Simeulue.
  • Kawasan Pegunungan (Kabupaten Aceh Tenggara): Preservasi Jalan 044 Lawe Kinga – Simpang Seberang sepanjang 4,80 km (1 ruas) guna memperlancar akses logistik komoditas pertanian.
  • Kawasan Pantai Barat (Kabupaten Aceh Jaya): Preservasi Jalan Tanoh Manyang – Seumira Seksi II sepanjang 5,40 km (1 ruas) untuk meningkatkan akses ke sentra produksi lokal.
  • Kawasan Penyangga Ekonomi (Kabupaten Aceh Besar): Preservasi jalan daerah sepanjang 13,60 km (2 ruas) guna mendukung integrasi wilayah penyangga ekonomi daerah.

​Melalui pemerataan pembangunan infrastruktur jalan ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi lokal di Provinsi Aceh dapat berakselerasi lebih cepat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *