BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,85 Triliun Per Mei 2026

JAKARTA (jakartamail.id) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,85 triliun hingga Mei 2026, atau meningkat 54,37 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,19 triliun.

Direktur Utama BTN. Nixon LP Napitupulu mengatakan, kinerja tersebut menunjukkan fundamental bisnis perseroan tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sektor perumahan yang merupakan sasaran kredit BTN, masih memiliki prospek pertumbuhan yang besar mengingat rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada,” kata Nixon dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.

Dia menambahkan, BTN akan terus memperkuat ekosistem perumahan nasional melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan, guna mendukung kebutuhan pembiayaan rumah dan layanan keuangan pendukung lainnya.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi perseroan, pertumbuhan laba hingga Mei 2026 tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII), penyaluran kredit dan pembiayaan, serta penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Pendapatan bunga bersih BTN hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 7,11 triliun atau naik 14,97 persen (yoy), dibandingkan Rp 6,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp 403,06 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 9,97 persen (yoy) dari Rp 366,52 triliun pada Mei 2025.

Sementara itu, dana pihak ketiga yang dihimpun BTN secara konsolidasi mencapai Rp 434,03 triliun atau meningkat 9,11 persen (yoy) dibandingkan Rp 397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

BTN juga mencatatkan peningkatan profitabilitas operasional. Laba operasional konsolidasi BTN hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 2,39 triliun atau tumbuh 58,37 persen yoy dari Rp 1,51 triliun pada Mei 2025.

Adapun pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp 3,73 triliun hingga Mei 2026, meningkat 12,56 persen dibandingkan Rp 3,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *