Rupiah Melemah ke Rp 17.942 usai Review MSCI dan Sorotan ke Daya Saing Manufaktur RI

JAKARTA (jakartamail.id) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.868 pada Selasa, 23 Juni 2026. Posisi rupiah itu melemah 49 poin dari kurs sebelumnya di level 17.819 pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 24 Juni 2026 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.942 per dolar AS. Posisi itu melemah 83 poin atau 0,46 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.859 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penantian soal hasil evaluasi MSCI yang akhirnya terbit pada Rabu pagi, 24 Juni 2026, sebelumnya sempat mengalami tekanan setelah lembaga tersebut merilis Global Market Accessibility Review 2026, yang menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif.

“Sejumlah catatan yakni terkait transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float, serta indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai terkoordinasi dan informasi perusahaan emiten sering tidak tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu, 24 Juni 2026.

Meskipun akhirnya pada Rabu pagi, 24 Juni 2026, MSCI merilis hasil Market Classification Review pada hari Rabu pagi, 24 Juni 2026, dan mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Market.

Kemudian, pasar juga terus memantau tentang rentetan persoalan yang menimpa sejumlah perusahaan manufaktur, mulai dari penghentian produksi, perumahan karyawan, keterlambatan pembayaran gaji, hingga relokasi investasi ke negara lain yang dinilai menjadi sinyal melemahnya daya saing industri manufaktur nasional.

Ada empat perusahaan yang terancam melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya, imbas panasnya situasi global yakni perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.

Salah satunya, perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang terancam melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya. Kondisi yang tidak menentu membuat principle di Jepang memindahkan sebagian produksinya, serta melakukan diversifikasi ke komponen kendaraan listrik.

Apabila relokasi benar terjadi, dampak langsung terhadap pabrikan kendaraan di dalam negeri akan bergantung pada tujuan produksi pabrik tersebut. Jika memasok kebutuhan domestik, produsen kendaraan harus mencari pemasok pengganti. Namun apabila mayoritas produksinya diekspor, dampaknya lebih besar terhadap penerimaan negara.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.850- Rp 17.900,” ujarnya.

Sebagai informasi, sentimen pasar global membaik setelah Washington mengeluarkan izin umum 60 hari, yang memungkinkan penjualan, pengiriman, dan impor minyak mentah serta produk minyak bumi Iran sebagai bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung dengan Teheran.

Langkah ini dilakukan setelah pejabat AS dan Iran melaporkan kemajuan menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas, dan perpanjangan kerangka kerja gencatan senjata sementara.

Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Senin, bahwa Iran akan setuju untuk melakukan inspeksi senjata untuk memastikan “kejujuran nuklir.” “Jika Iran tidak memenuhi kesepakatan mereka atau jika mereka tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan,” kata Trump kemudian kepada wartawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *